Aku kan juga pernah jadi siswa tho, menurutku pelajaran sejarah adalah pelajaran yang paling membosankan. kayak di dongengi. Kalau kalian gimana?
Sekarang aku kan sudah duduk di bangku salah satu PTS di Jawa Tengah, meskipun tidak mengambil program studi pendidikan sejarah, tapi tak apalah kalau aku buat uneg"ku mengenai metode pembelajaran sejarah agar lebih mengasyikkan. Tak salah tho??
Jadi gini, Sejarah
bukan untuk dilupakan, namun untuk dikenang dan dijadikan pembelajaran untuk
menggapai hari esok yang lebih baik. Situasi dan kondisi Indonesia saat ini tak
lepas juga dari sejarah. Pergolakan dan pertarungan sengit antara pahlawan
bangsa untuk merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah, bukanlah hal
yang mudah begitu saja. Sebagai bangsa yang besar tak seharusnya kita melupakan
sejarah nasional, karena berkatnya memberikan nilai-nilai hingga saat ini
menggema. Pada kenyataannya, para generasi muda lambat laun mulai tak
memikirkannya bahkan melupakannya. Pelajaran sejarah yang diberikan sejak
bangku sekolah dianggap membosankan dan tidak penting oleh para siswa. Pada
dasarnya ilmu sejarah adalah ilmu yang menyenangkan kerena dengan ilmu tersebut
mampu menjadi mesin waktu untuk kita mempelajarinya masa lalu dan menggapai
masa depan yang lebih baik. Namun, cara pengemasan pelajaran sejarah yang
kurang menarik dan cenderung monoton membuat siswa bosan dan mengantuk ketika
guru sedang menjelaskannya. Maka dari itu, ini adalah tantangan terbesar bagi
para guru sejarah untuk membuat suasana kelasnya menjadi nyaman dan menarik.
Mungkin materi sejarah dapat dikemas menggunakan bahasa dan teknologi masa kini
yang mudah sekali terserap oleh para siswa, misalnya menggunakan sarana video
visual, mengaransemen lagu-lagu hits dengan lirik yang mengandung materi
sejarah, membuat film documenter yang menceritakan suatu kejadian sejarah, dsb.
Mungkin jika metode pembelajarannya dibuat kayak gitu lebih asyik deh. . . Si Siswa akan lebih aktif dan lebih mengerti dengan pembelajaran yang disampaikan. . .:) :) :) [*]
-hanya opini penulis


Tidak ada komentar:
Posting Komentar